Perbedaan ragam hias dan batik
- Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yg diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Contoh : Batik, ukiran
- Motif hias adalah dasar atau corak dari sebuah bidang sehingga terlihat indah. Contoh : motif hias geometris (zig-zag, lingkaran 0. motif hias non geometris (motif hewan, motif tumbuhan)
- Pola hias adalah rangkaian atau susunan motif, dengan jarak dan ukuran tertentu pada sebuah bidang, sehingga menghasilkan hiasan yang jelas arahnya. Contoh : bisa search berupa gambar
1) Batik
Banyuwangi
Tak
banyak orang yang tahu, bahwa sejatinya Banyuwangi merupakan salah satu daerah
asal batik di Nusantara. Banyak motif asli batik khas Bumi Blambangan. Namun
hingga sekarang, baru 21 jenis motif batik asli Banyuwangi yang diakui secara
nasional. Jenis-jenis batik Banyuwangi itu salah satunya antara lain: Gajah
Oling; Kangkung Setingkes; Alas Kobong; Paras Gempal; Kopi Pecah, dan
lain-lain.Semua nama motif dari batik asli Bumi blambangan ini ternyata banyak
dipengaruhi oleh kondisi alam. Misalnya, Batik Gajah Oling yang cukup dikenal
itu, motifnya berupa hewan seperti belut yang ukurannya cukup besar. Motif
Sembruk Cacing juga motifnya seperti cacing dan motif Gedegan juga kayak gedeg
(anyaman bambu). Motif-motif batik yang ada ini merupakan cerminan kekayaan
alam yang ada di Banyuwangi. Motif batik seperti di Banyuwangi ini tidak akan
ditemui di daerah lain dan merupakan khas Banyuwangi.
2) Batik
Cirebon
Batik
Cirebon mempunyai batik khas yang terkenal dan sekaligus menjadi ikon Cirebon
adalah motif megamendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan sebagai
lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Batik Cirebon termasuk kedalam
kelompok batik Pesisiran, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam
kelompok batik keraton. Besarnya pengaruh dua keraton (Kasepuhan dan Kanoman),
sehingga lahirlah Motif batik Cirebonan Klasik antara lain: motif Mega Mendung,
Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong,
Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar
Menjangan, Simbar Kendo dan lain-lain.
3) Batik
Pekalongan
Motif
Batik Pekalongan sedikit banyak dipengaruhi pembauran masyarakat Pekalongan,
Jawa Tengah, dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu,
dan Jepang pada masa lalu. Beberapa jenis motif batik pengaruh berbagai negara
itu kemudian dikenal sebagai identitasbatik Pekalongan. Motif itu adalah batik
Jlamprang diilhami India dan Arab, batik Encim dan Klangenan dipengaruhi
peranakan Cina, batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai yang tumbuh
pesat sejak pendudukan Jepang. Warna cerah dan motif beragam membuat batik
Pekalongan maju pesat. Berbeda dengan batik Solo dan Yogyakarta, batik
Pekalongan terlihat lebih dinamis lantaran permainan motif yang lebih bebas.
Media kainnya pun bermacam-macam. Tidak hanya katun dan kaos, sutera juga
menjadi andalan batik Pekalongan saat bersaing di luar negeri. Motif Jlamprang,
Sekarjagat, atau motif khas lainnya, menjadi berkelas ketika dituangkan dalam
bahan baku sutera.
4) Batik
Aceh
Motif
batik Aceh rata-rata menampilkan unsur alam dan budaya dalam paduan warna-warna
berani seperti merah, hijau, kuning, merah muda, dan sebagainya. Warna-warna
berani pada batik Aceh inilah yang menjadi ciri khas batik Aceh.Motif-motif
pada batik Aceh umumnya melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif Pintu
Aceh misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah. Kenyataannya, rumah
adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang
lapang. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di
setiap rumah adat. Motif tersebut mengandung arti bahwa masyarakat Aceh
cenderung mudah menerima perbedaan.Selain motif-motif tersebut juga terdapat beragam
motif dan corak khas Aceh yang indah dari batik Aceh, antara lain Pintu Aceh,
Bungong Jeumpa, Awan Meucanek, Pucok Reubong, dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment