Batik Banyuwangi dibuat dengan beberapa tipe proses, yakni batik cap,
batik kombinasi, dan batik tulis. Di Pringgokusumo, kami berkesempatan
melihat proses batik cap dan batik kombinasi. Sementara batik tulis
dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga di rumah mereka masing-masing
sambil melakukan pekerjaan rumah tangga mereka.
Pembuatan batik
cap menggunakan alat cap (semacam stempel besar yang terbuat dari
tembaga) yang sudah didesain dengan motif tertentu dengan dimensi 20cm X
20cm. Proses pembuatan batik cap adalah kain mori diletakkan di atas
meja dengan alas di bawahnya menggunakan bahan yang empuk. Kemudian cap
dicelupkan ke malam (sejenis lilin) yang telah mencair, lalu cap ditekan
ke kain mori.
Selanjutnya adalah proses pewarnaan dengan cara
mencelupkan kain mori yang sudah di cap tadi ke dalam tangki yang berisi
cairan pewarna. Kain mori direbus supaya cairan malam yang menempel
hilang dari kain. Setelah proses perebusan selesai dilakukan proses
pembersihan dan pencerahan warna dengan menggunakan soda. Proses
terakhir adalah penjemuran kemudian disetrika supaya rapih.
Sedangkan
pada batik kombinasi adalah setelah kain dicap, kemudian ditambahkan
ornamen-ornamen pelengkap melalui proses penulisan dengan canting.
Proses selanjutnya sama dengan proses batik cap.
Batik yang sudah
jadi dijual di show room Batik Pringgokusumo. Harga batik Banyuwangi
beragam tergantung tingkat kesulitan membuatnya. Batik cap dihargai
sekitar Rp 75-100 ribu. Batik kombinasi dihargai sekitar Rp 150-230
ribu. Sedangkan Batik Tulis dihargai mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp
2,5 juta.
No comments:
Post a Comment